Yang Membedakan Manusia Duniawi dan Manusia Rohani

25 APRIL: Pembacaan Alkitab: 2Samuel 21-22 & 1Korintus 3

 

Dengan tegas & jelas Paulus menegur jemaat Korintus yang masih bersikap duniawi, yaitu mereka yang BELUM DEWASA dalam Kristus (1Kor3:1). Saat itu terjadi perpecahan jemaat karena mereka berusaha menggolongkan diri, membandingkan antara hamba Tuhan yang satu dengan lainnya, sehingga akhirnya terjadi iri hati & perselisihan. Sekecil apapun bentuknya, Firman Tuhan berkata bahwa iri hati akan menimbulkan kekacauan & segala macam perbuatan jahat (Yak3:16).

// Karena kamu masih manusia duniawi. Sebab, jika di antara kamu ada IRI HATI & PERSELISIHAN bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi & bahwa kamu hidup secara manusiawi? Karena jika yang seorang berkata: “Aku dari golongan Paulus,” & yang lain berkata: “Aku dari golongan Apolos,” bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi yang bukan rohani? (1Korintus 3:3-4) //

Roh Kudus memimpin Paulus untuk melakukan koreksi yang juga diperlukan semua orang beriman sepanjang zaman. Mereka yang belum dewasa cenderung untuk memisahkan diri, merasa eksklusif & tidak dapat bersekutu erat dengan saudara seiman lainnya. Sedangkan manusia rohani, mereka yang mau bertumbuh dewasa dalam Kristus, tidak akan terhanyut oleh iri hati ataupun terjebak dalam perselisihan karena menempatkan dirinya sebagai satu kesatuan di dalam tubuh Kristus. Bukan persaingan yang diinginkan Tuhan melainkan kesatuan & sinergi. Karena kita semua adalah ladang Allah & bangunan Allah, mari kita menyingkirkan rasa iri & menumbuhkan hati yang mau sekerja.

// Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan. Baik yang menanam maupun yang menyiram adalah sama & masing-masing akan menerima upahnya sesuai dengan pekerjaannya sendiri. Karena kami adalah KAWAN SEKERJA ALLAH; kamu adalah LADANG ALLAH, BANGUNAN ALLAH. (1Korintus 3:7-9) //

Tags: ,

Comments are closed.

Comments are closed.