Membongkar Strategi “Kesabaran” Iblis

13 AGUSTUS: Pembacaan Alkitab: Mazmur 87-88 & Lukas 4:1-30

 

Iblis tidak datang di saat awal berpuasa. Dengan “sabar” dia menunggu sampai hari ke-40 di saat Tuhan Yesus mengakhiri puasa & dengan demikian berarti memang diperbolehkan makan. Iblis berusaha menjatuhkan Tuhan Yesus & menyuruh menyalahgunakan kuasa untuk memenuhi rasa lapar. Namun godaan itu dipatahkan dengan kuasa Firman! Setelah berusaha 3x & selalu gagal iblis akhirnya pergi, bukan untuk seterusnya melainkan dia lagi-lagi “sabar” menunggu waktu yang baik!

// Yesus, yang penuh dengan Roh Kudus, kembali dari sungai Yordan, lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun. Di situ Ia tinggal 40 hari lamanya & dicobai Iblis. Selama di situ Ia tidak makan apa-apa & sesudah waktu itu Ia lapar … Sesudah Iblis mengakhiri semua pencobaan itu, ia mundur dari pada-Nya & menunggu waktu yang baik. (Lukas 4:1-2,13) //

Karena iblis tidak pernah libur & “sabar” menunggu waktu baik maka Tuhan meminta kita selalu waspada & berjaga-jaga (1Pet5:8). Iblis tidak menyerang di saat kondisi rohani sedang kuat & prima. Iblis menanti celah yang terbuka untuk kemudian diserang dengan caranya yang licik & terselubung. Kalau belum berhasil dia juga akan mundur seketika lamanya & menanti waktu berikutnya yang dianggap baik.

Strategi “kesabaran” iblis harus dihadapi dengan cara yang tepat pula. Karena dia rajin menunggu waktu yang baik maka berarti kita tidak boleh membuka celah sedikitpun (Ef4:27). Hari ke-40 setelah puasa dianggap iblis sebagai celah yang efektif untuk menyerang namun alangkah kagetnya dia karena ternyata Tuhan Yesus TIDAK MEMBUKA CELAH sedikitpun sehingga serangannya gagal. Pastikan perisai iman selalu ada di tangan dalam segala keadaan & jangan pernah membuka celah bagi si iblis!

// dalam SEGALA KEADAAN pergunakanlah PERISAI IMAN, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat (Efesus 6:16) //

Tags: ,

Comments are closed.

Comments are closed.