Disatukan BUKAN Diceraikan

29 JANUARI: Pembacaan Alkitab: Keluaran 21-22 & Matius 19

 

Sebelum dijelaskan Tuhan Yesus ternyata orang Israel menganggap perceraian adalah sah di hadapan Tuhan karena Musa pernah memerintahkan untuk memberi surat cerai jika seorang menceraikan istrinya (Ulg24:1). Tuhan Yesus menjelaskan bahwa hal itu timbul karena begitu kerasnya hati orang Israel saat itu hingga Musa menyebutkan tentang surat cerai. Tuhan Yesus mengajak pengikut-Nya untuk kembali lagi pada apa yang telah ditetapkan oleh Allah SEJAK MULANYA (Mat19:7-8).

// Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah & ibunya & bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia. … Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah (NKJV: sexual immorality; porneia), lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah (NKJV: adultery; moichao). (Matius 19:5-6,9) //

Tidak ada alasan apapun yang dapat membenarkan perceraian di hadapan Tuhan. Penting untuk diketahui bahwa ada 2 jenis kata ‘zinah’ yang disampaikan Tuhan Yesus dalam Mat 19:9. Istilah ‘porneia’ adalah perbuatan dosa yang dilakukan seseorang saat belum masuki status pernikahan, misalnya saat masih bujang atau masih bertunangan. Apabila dalam masa pertunangan salah 1 pasangan kedapatan melakukan kesalahan maka masih diizinkan untuk membatalkan pertunangan tersebut. Namun tidak demikian bagi mereka yang sudah masuk dalam janji pernikahan. Sebab itu barangsiapa yang menceraikan pasangannya lalu menikah dengan orang lain maka dia berbuat zinah di hadapan Tuhan!

Mari kita bersama-sama berdoa untuk supaya umat Tuhan menjauhkan kekerasan hati yang memimpin pada perceraian & tetap memegang teguh apa yang telah direncanakan Allah sejak semula, yaitu untuk dipersatukan & bukan untuk diceraikan.

Tags: ,

Comments are closed.

Comments are closed.