Perhiasan yang Terbaik

28 JULI: Pembacaan Alkitab: Mazmur 46-48 & 1Timotius 2

 

Bukannya anti dengan perhiasan melainkan Paulus sedang mendorong jemaat melakukan perkara yang lebih kekal & tidak hanya berfokus pada hal lahiriah yang fana. Tren yang berlangsung saat itu rupanya adalah rambut kepang & perhiasan emas-mutiara. Mengikuti tren yang bersifat netral sebenarnya masih tergolong aman. Namun Paulus sebagai hamba Tuhan ingin mendorong jemaat meningkat lebih tinggi lagi, mengejar perkenanan Tuhan & menyenangkan hati-Nya. Dorongan yang serupa juga diberikan Petrus dalam suratnya (baca 1Pet3:3-4). Kebenaran ini harus diperhatikan kaum wanita pada khususnya juga seluruh umat Tuhan pada umumnya, karena gereja juga disebut sebagai mempelai wanita Kristus (Why21:2).

// Demikian juga hendaknya perempuan. Hendaklah ia berdandan dengan pantas, dengan sopan & sederhana, rambutnya jangan berkepang-kepang, jangan memakai emas atau mutiara ataupun pakaian yang mahal-mahal, tetapi hendaklah ia berdandan dengan perbuatan baik, seperti yang layak bagi perempuan yang beribadah. (1Timotius 2:9-10) //

Perhiasan jasmani yang tampak hanyalah sementara sedangkan perhiasan rohani yang tidak tampak bernilai kekal. Hal-hal indah yang tampak dengan mata jasmani hanya akan berakhir sampai di liang kubur sedangkan hal-hal yang bersifat rohani terus berlangsung sampai kekal & itulah perhiasan yang menyenangkan hati Tuhan, Sang Mempelai Pria bagi gereja. Karakter rohani yang mau diolah sampai menjadi seperti Kristus bernilai begitu tinggi di hadapan Tuhan. Kasih ilahi, kesabaran, kelemahlembutan, pengampunan, penguasaan diri & karakter-karakter rohani yang lain adalah perhiasan yang terbaik. Mari bersama-sama mengumpulkan perhiasan rohani yang dicari oleh Tuhan!

// Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal. (2Korintus 4:18) //

Tags: ,

Comments are closed.

Comments are closed.