Menyelesaikan Perselisihan dengan Baik

13 MARET: Pembacaan Alkitab: Ulangan 20-22 & Kisah Rasul 15:22-41

 

Entah alasan apa yang membuat Markus tiba-tiba meninggalkan Paulus & Barnabas begitu saja di Pamfilia. Menurut Paulus tidak baik mengajak Markus lagi sedangkan Barnabas ingin memberi kesempatan kedua pada keponakannya (Kol4:10). Perbedaan pendapat itu berujung perselisihan tajam bahkan berakhir dengan perpisahan!

// tetapi Paulus dengan tegas berkata, bahwa tidak baik membawa serta orang yang telah meninggalkan mereka di Pamfilia & tidak mau turut bekerja bersama-sama dengan mereka. Hal itu menimbulkan perselisihan yang tajam, sehingga mereka berpisah … (Kisah Rasul 15:38-39) //

Dalam kenyataan sehari-hari akan selalu dapat dijumpai perbedaan pendapat dalam segala hal, mulai dari perkara sepele sampai persoalan penting. Belajar dari pengalaman Paulus & Barnabas maka kita harus lebih berhati-hati menangani perbedaan pendapat supaya tidak berakhir dengan perselisihan tajam. Dalam tiap beda pendapat bisa saja yang 1 lebih baik dari yang lain, yang 1 salah yang lain benar ATAU kedua pendapat sama baik hanya mungkin perlu diatur ulang pelaksanaannya. Perselisihan hanya dapat dibereskan dengan kerendahan hati.

Sebelum mengakhiri hidupnya, Paulus bertekad mengakhiri pertandingan dengan baik. Paulus pun membuat pengakuan bahwa dia mau menerima Markus lagi karena memang pelayanannya penting & dengan demikian Paulus juga mengakui bahwa perselisihannya dengan Barnabas adalah kekeliruan. Mari memiliki tekad serupa untuk mengakhiri pertandingan dengan baik, bereskan tiap perselisihan yang sudah terlanjur terjadi karena kita mau merendahkan hati seperti Kristus yang juga rendah hati.

// Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir & aku telah memelihara iman. Hanya Lukas yang tinggal dengan aku … Jemputlah Markus & bawalah ia ke mari, karena pelayanannya penting bagiku. (2Timotius 4:7, 11) //

Tags: ,

Comments are closed.

Comments are closed.