WORSHIP THAT BRING HEAVEN DOWN

1 NOVEMBER
Daily Bible Reading: John 4:1-30, Jeremiah 24-26

 

WORSHIP THAT BRING HEAVEN DOWN

 

In the days of Jesus, Samaritan and Jews did not interact with each other. They worshipped separately in different place. Then Jesus said: “Woman, believe Me, the hour is coming when you will neither on this mountain, nor in Jerusalem, worship the Father Jn.4:21.” The true worship is not limited with the location! Worship is not about a routine that need to be done in a specific place. The true worship will take the entire of our life. Just like what the psalmist wrote: “Seven times a day I praise You, because of Your righteous judgments Psa.119:164.”

 

Jesus explained: “You worship what you do not know; we know what we worship, for salvation is of the Jews Jn.4:22.” Worship is not merely about religion, it is deeper than that, it is about relation! And the true relation will cultivate holy hunger and thirst to always know God more and more just like what Paul wrote: “That I may know Him and the power of His resurrection, and the fellowship of His sufferings, being conformed to His death Phil.3:10.”

 

Jesus continued: “But the hour is coming, and now is, when the true worshipers will worship the Father in spirit and truth; for the Father is seeking such to worship Him. God is Spirit, and those who worship Him must worship in spirit and truth Jn.4:23-24.” We must not worship God just as a lip service nor pretending, the true worship must come out from a unite heart. Jesus said: “You shall love the Lord your God with all your heart, with all your soul, and with all your mind Mat.22:37.” Let us be a true worshipper so that we always live in the presence of heaven.

 

PENYEMBAHAN YANG MENGHADIRKAN SURGA

 

Pada zaman Yesus, orang Samaria dan Yahudi tidak berinteraksi satu sama lain. Mereka beribadah secara terpisah di tempat yang berbeda. Kemudian Yesus berkata: “Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem Yoh.4:21.” Penyembahan yang sejati tidak dibatasi oleh lokasi! Penyembahan bukanlah tentang rutinitas yang harus dilakukan di tempat tertentu. Penyembahan yang sejati akan melibatkan keseluruhan hidup kita. Persis seperti yang ditulis pemazmur: “Tujuh kali dalam sehari aku memuji-muji Engkau, karena hukum-hukum-Mu yang adil Mzm.119:164.”

 

Yesus menjelaskan, “Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi Yoh.4:22.” Penyembahan bukan hanya tentang kegiatan agamawi, melainkan jauh lebih dalam dari itu, itu adalah tentang hubungan! Dan hubungan yang benar akan menumbuhkan rasa lapar dan haus yang kudus untuk selalu mengenal Tuhan lebih dan lebih seperti apa yang dituliskan Paulus: “Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya Flp.3:10.”

 

Yesus melanjutkan, ”Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran Yoh.4:23-24.” Kita tidak boleh menyembah Tuhan hanya sebagai basa-basi ataupun berpura-pura, penyembahan yang sejati harus keluar dari hati yang utuh. Yesus berkata: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu Mat.22:37.” Marilah kita menjadi penyembah yang benar sehingga kita dapat selalu hidup dalam hadirat surga.

Tags: ,

Comments are closed.

Comments are closed.