WHY WE MUST LET JESUS WASH OUR FEET

20 NOVEMBER
Daily Bible Reading: John 13:1-20, Ezekiel 14-15

 

WHY WE MUST LET JESUS WASH OUR FEET

 

Gospel of John is the only one that record completely what Jesus taught during the last supper. Jesus began that great moment with washing the disciples’ feet. Peter could not understand why his teacher did something not supposed to do by any teacher in those days. But Jesus said to Peter, “What I am doing you do not understand now, but you will know after this.” Peter said to Him, “You shall never wash my feet!” Jesus answered him, “If I do not wash you, you have no part with Me Jn.13:7-8.”

 

Jesus asked Peter to accept what He was going to do with him because that is the true evidence of the love of God for His people. Just like He is not supposed to wash the feet of the disciples, Jesus is not supposed to die upon the cross. Actually, we are the one that must go to that cross for our sins, but Isaiah wrote: “Surely, He has borne our griefs, and carried our sorrows Isa.53:4.”

 

By letting Jesus washed their feet, the disciples first accepted the love of God through Jesus Christ. They received the greatest love that touched and cleansed their worst part of their life, the dirtiest part of their body. Then Jesus said: “If I then, your Lord and Teacher, have washed your feet, you also ought to wash one another’s feet. For I have given you an example, that you should do as I have done to you Jn.13:14-15.” By letting Jesus washed their feet, the disciples also received the power to imitate and to distribute the love of God for everyone. Jesus is the Son of God and we must receive the most humble part of Jesus, that is when He died upon the cross for us, so that we can have part within Jesus and it will enable us to extend His love toward others.

 

MENGAPA KITA HARUS MENGIZINKAN YESUS MEMBASUH KAKI KITA

 

Injil Yohanes adalah satu-satunya yang mencatat dengan lengkap apa yang diajarkan Yesus selama perjamuan terakhir. Yesus memulai peristiwa yang luar biasa itu dengan membasuh kaki para murid. Peter tidak dapat memahami mengapa gurunya melakukan sesuatu yang tidak seharusnya dilakukan oleh guru mana pun di masa itu. Tetapi jawab Yesus kepadanya: “Apa yang Kuperbuat, engkau tidak tahu sekarang, tetapi engkau akan mengertinya kelak.” Kata Petrus kepada-Nya: “Engkau tidak akan membasuh kakiku sampai selama-lamanya.” Jawab Yesus: “Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku Yoh.13:7-8.”

 

Yesus meminta Petrus untuk menerima apa yang akan Dia lakukan baginya karena itu adalah bukti sejati dari kasih Allah bagi umat-Nya. Sama seperti Dia tidak seharusnya membasuh kaki para murid, Yesus juga tidak seharusnya mati di kayu salib. Sebenarnya, kitalah yang harus disalibkan karena dosa-dosa kita, namun Yesaya menulis: “Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya Yes.53:4.”

 

Dengan mengizinkan Yesus membasuh kaki mereka, para murid pertama-tama menerima kasih Allah melalui Yesus Kristus. Mereka menerima cinta terbesar yang menyentuh dan membersihkan bagian terburuk dari hidup mereka, bagian paling kotor dari tubuh mereka. Kemudian Yesus berkata: “Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu; sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu Yoh.13:14-15.” Dengan mengizinkan Yesus membasuh kaki mereka, para murid juga menerima kekuatan untuk meniru dan membagikan kasih Allah bagi semua orang. Yesus adalah Putra Allah dan kita harus menerima keberadaan Yesus yang paling hina, yaitu ketika Dia mati di kayu salib untuk kita, sehingga kita dapat memiliki bagian di dalam Yesus dan hal itu akan memungkinkan kita untuk meneruskan kasih-Nya pada orang lain.

Tags: ,

Comments are closed.

Comments are closed.