FROM GETHSEMANE TO GABBATHA TO GOLGOTHA

28 NOVEMBER
Daily Bible Reading: John 19:1-27, Ezekiel 33-34

 

FROM GETHSEMANE TO GABBATHA TO GOLGOTHA

 

It was really a very long and challenging journey that Jesus must finish. After all conversations with Pilate, then he brought Jesus out and sat down in the judgment seat in a place that is called The Pavement, but in Hebrew, Gabbatha Jn.19:13, where Jesus was delivered to the Jews to be crucified. And then bearing His cross, Jesus went out to a place called the Place of a Skull, which is called in Hebrew, Golgotha Jn.19:17.

 

It was a hard and painful journey, but Jesus obeyed the will of Father God by doing it all until everything finished. Doing the will of God is not always comfort for us. Paul wrote how the flesh lusts against the Spirit, and the Spirit against the flesh; and these are contrary to one another, so that you do not do the things that you wish Gal.5:17. But the good news is this: we can have the power of God to do it all, and it all starts with prayer in Gethsemane!

 

When the disciples chose to fall asleep, Jesus decided to keep praying. Living in the human flesh just like ours He prayed: “If it is possible, let this cup pass from Me.” But the power from heaven empowered Him to continue: “Nevertheless, not as I will, but as You will Mat.26:39.” That same secret of strength is revealed to the disciples and all believers: “Watch and pray, lest you enter into temptation. The spirit indeed is willing, but the flesh is weak Mat.26:41.” We may never know what kind of challenges we would meet at every single day. But one thing we can know for sure that the power of Gethsemane that reinforced Jesus to keep walking to Gabbatha even to accomplish everything at Golgotha will also work within the believers.

 

DARI GETSEMANI KE GABATA KE GOLGOTA

 

Sungguh suatu perjalanan sangat panjang dan penuh tantangan yang harus diselesaikan Yesus. Setelah semua percakapan dengan Pilatus, kemudian dia menyuruh membawa Yesus ke luar, dan ia duduk di kursi pengadilan, di tempat yang bernama Litostrotos, dalam bahasa Ibrani Gabata Yoh.19:13, di situlah Yesus diserahkan pada orang-orang Yahudi untuk disalibkan. Lalu sambil memikul salib-Nya Dia pergi ke luar ke tempat yang bernama Tempat Tengkorak, dalam bahasa Ibrani: Golgota Yoh.19:17.

 

Itu adalah suatu perjalanan yang sulit dan menyakitkan, namun Yesus menaati kehendak Allah Bapa dengan melakukan segala sesuatu sampai semuanya selesai. Melakukan kehendak Allah tidak selalu nyaman bagi kita. Paulus menulis bagaimana keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging, karena keduanya bertentangan, sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki Gal.5:17. Namun berita baiknya adalah ini: kita dapat memiliki kuasa Allah untuk melakukan semuanya, dan semuanya dimulai dengan doa di Getsemani!

 

Ketika murid-murid memilih untuk tidur, Yesus memutuskan untuk terus berdoa. Dia hidup dalam tubuh manusia seperti kita dan Dia berdoa: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku.” Namun kekuatan dari surga memberikan-Nya kuasa untuk melanjutkan: “Tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki Mat.26:39.” Rahasia kekuatan yang sama diungkapkan pada para murid dan semua orang percaya: “Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah Mat.26:41.” Kita mungkin tidak pernah tahu tantangan seperti apa yang akan kita temui setiap hari. Namun ada satu hal yang dapat kita ketahui dengan pasti bahwa kekuatan Getsemani yang menguatkan Yesus untuk terus berjalan ke Gabata bahkan untuk menyelesaikan segala sesuatu di Golgota juga akan bekerja di dalam diri orang-orang percaya.

Tags: ,

Comments are closed.

Comments are closed.