Merelakan yang Baik untuk yang Lebih Baik

28 SEPTEMBER: Pembacaan Alkitab: Yesaya 5-6 & Filemon 1

 

Bertemu Onesimus dalam penjara adalah berkat besar bagi Paulus. Sebenarnya lebih menguntungkan bagi Paulus untuk meminta Onesimus tetap menjadi rekan sekerjanya dalam penjara, namun Paulus memilih untuk tidak melakukan hal itu. Paulus tahu bahwa Onesimus pernah memiliki masalah dengan Filemon sehingga mereka harus berpisah sekian lamanya. Namun kini hidup Onesimus telah berubah & berbuah sebab itu Paulus menyadari bahwa mengirimkan Onesimus kembali pada Filemon akan menjadi lebih baik untuk mereka berdua. Filemon dapat belajar untuk menerima kembali Onesimus & itu berarti harus mengampuni juga melupakan kesalahan Onesimus di masa lampau, bukan hanya mempraktikkannya dalam perkataan melainkan nyata dalam tindakan. Bagi Onesimus hal ini juga menjadi kesempatan untuk membuktikan pertobatannya secara nyata & menghasilkan buah yang manis bagi orang-orang yang dulu pernah dikecewakannya.

// dahulu memang dia tidak berguna bagimu, tetapi sekarang SANGAT BERGUNA baik bagimu maupun bagiku. Dia kusuruh kembali kepadamu, dia, yaitu buah hatiku. *Filemon 1:11-12* //

Paulus memberikan teladan bagi orang beriman untuk bersikap tidak mementingkan dirinya sendiri. Paulus tidak mengutamakan apa yang menjadi kenyamanannya. Paulus berusaha untuk memikirkan hal yang jauh lebih baik bagi anak-anak rohaninya, dalam hal ini Filemon & Onesimus. Kasih Kristus juga menunjukkan prinsip yang sama! Allah merelakan Putra-Nya untuk disiksa & disalibkan demi keselamatan manusia. Tuhan Yesus merelakan posisi & kemuliaan-Nya untuk direndahkan & mengambil rupa manusia. Sebagai murid Kristus seharusnya kita juga selalu mengusahakan yang lebih baik bagi sesama & tidak berfokus pada diri sendiri saja.

// KASIH tidak melakukan yang tidak sopan & tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah & tidak menyimpan kesalahan orang lain. *1Korintus 13:5* //

 

Tags: ,

Comments are closed.

Comments are closed.