Bahagia yang Suci Hatinya – Matius 5:8

SUNDAY, 26 OKT 2014,

Semua orang ingin hidup bahagia, baik orang dunia, juga orang beriman. Banyak cara dikejar orang dunia untuk mendapatkan kebahagiaan. Meraih kekayaan limpah, bahagia menurut mereka, sebab bisa menuruti keinginannya dengan menikmati kesukaan dunia, bisa menikmati kemewahan, bisa berkeliling dunia untuk menikmati banyak hal, bahkan menikmati dosa yang hanya bisa dinikmati seketika saja. Tetapi apakah mereka betul-betul bisa menikmati
kebahagiaannya? Tidak sedikit kaum selebriti dunia yang mati bunuh diri dalam kelimpahannya. Bagi kita orang-orang beriman (kepada Tuhan Yesus) perlu mengerti apa kebahagiaan yang sesungguhnya, seperti yang tertulis dalam Alkitab.

 

Putra Manusia Yesus berkhotbah di atas bukit, tentang “9 bahagia” di hadapan orang banyak, juga murid-murid, sebab Putra Manusia Yesus ingin semua orang berbahagia/ Mat5:1-12/Luk6:20-49. Ternyata kebahagiaan tidak tergantung dari sikon. Orang yang berdukacita, bisa bahagia, orang yang teraniaya (karena kebenaran), dicela sekalipun bisa bahagia, asal suci hatinya. Yang menjadi kunci dari ucapan bahagia ini ada dalam ayat 8: Berbahagialah orang yang suci hatinya karena mereka akan melihat Allah.

 

Berbahagia dalam salinan King James: blessed = makarios = supremely blest (sangat diberkati) = fortune (beruntung). Orang yang suci hatinya, yang hatinya bersih (clean), yang hatinya murni (pure), sangat diberkati, berbahagia, beruntung.
Kesucian digambarkan seperti bukit/ Maz48:2, bukit kesucian. Di bawah: suci karena diampuni oleh darah Yesus. Di
puncak: maha kudus (suci seperti Allah). Di lereng gunung, makin ke atas makin suci. Kita sedang di lereng sekarang. Setinggi apa tingkat kita? Sudah dekat puncak atau masih dekat-dekat dasar gunung, atau di tengah-tengah. Diharapkan sudah mendekati puncak.

 

Setelah ditebus dengan darah Yesus, hati kita bersih dari dosa-dosa masa lalu. Kita dilahir barukan, menjadi ciptaan baru,
manusia lama lenyap, cinta kebenaran, benci dosa. Banyak kesaksian yang kita dengar, dari orang-orang yang sudah menjadi manusia baru, menjadi muak dengan hidup lamanya. Hati yang sudah bersih harus terus dipelihara supaya tetap bersih. Amsal 4:23 berbicara tentang pemeliharaan hati lebih dari semua yang patut dipelihara. Ada usaha dari pihak kita untuk mengutamakan pemeliharaan hati ini. Bukan hanya sekedar tetap bersih tetapi makin bersih, makin suci sampai seperti Kristus. Lebih baik memelihara daripada membetulkan yang rusak. Dalam TB: memelihara hati dengan segala kewaspadaan. Kita harus selalu siaga terhadap serangan dari luar (serangan iblis, keduniawian), juga dari dalam kita sendiri (kedagingan). Jadilah orang bijak yang kalau melihat hal yang jahat, bersembunyi/ Ams22:3, menghindar. Jangan
malah mendekat. Segera sadar ada dosa dalam hati, bersihkan sesegera mungkin, segera dibereskan. Ukuran Tuhan “Hari
ini” / Ibr3:15. Lebih dari hari ini berarti keras hati, lebih-lebih kalau dengan sengaja melakukan hal yang sudah diketahui bahwa itu dosa. Yerobeam keras hati dalam dosanya, menyembah lembu emas & membawa seluruh Israel juga berdosa. Tidak mau bertobat sampai akhir hidupnya, Tuhan “flush” seperti kotoran. Biar kita juga bisa melihat dosa seperti Tuhan melihat, menjijikkan. Kalau ada, di “flush” seperti yang sudah Tuhan lakukan terhadap Yerobeam/ 1Rj14:10. Sebab itu, jangan keras hati, segera bertobat dan jangan diulang lagi. Tuhan akan menyatakan kemurahan-Nya seperti kepada
Daud, Manasye. Daud seorang yang rendah hati, ketika ditegur keras oleh nabi Natan, tidak mencari-cari alasan, tetapi mengakui dosanya dan betul-betul menyesal, tidak lagi melakukannya sampai akhir hidupnya. Tetapi Saul, ketika ditegur nabi Samuel, banyak berdalih dan mempertahankan kehormatannya/ 1Sam15:30. Supaya hati kita tetap bersih, mutlak
perlu pertolongan Roh Kudus/ Yoh14:15-16. Dengan kemampuan kita sendiri yang sangat terbatas, tidak mungkin hidup kudus, lebih-lebih dalam tantangan yang besar di akhir zaman ini. Peperangan rohani akan semakin hebat. Sebab itu Tuhan akan mencurahkan hujan akhir, kelimpahan pekerjaan Roh Kudus, supaya Gereja menang, bahkan ada sejumlah
tertentu (144.000/ Wah14:1) yang bisa suci seperti Allah.

 

Lekatlah dengan pokok anggur yang benar, supaya kebutuhan rohani kita terpenuhi dengan baik. Selekat apa kita sekarang? Diharapkan makin lekat dan makin lekat lagi, sampai tidak bisa lepas lagi apapun yang terjadi, seperti Paulus, “Tidak ada satupun yang bisa memisahkan aku dari kasih Kristus”/Rm8:38-39. Lekat berarti, kita bisa memenuhi kebutuhan rohani yang mutlak kita perlukan.

Firman Tuhan adalah pembersih hati yang luar biasa/ Ef5:26/Yoh15:3. Perlu limpah Firman Tuhan dalam segala segi hidup (tentang nafkah, menghormati orang tua, bergaul, pacaran, nikah, mendidik anak, hidup dengan iman, berkata-kata, melayani Tuhan dengan benar dll). Kelimpahan Firman Tuhan bisa kita dapat dari khotbah, saat teduh (pembacaan secara pribadi), atau Firman Tuhan yang diingatkan Roh Kudus pada saat yang dibutuhkan, lewat PTK
(Persekutuan tubuh Kristus), lewat peristiwa yang berbicara. Firman Tuhan bisa mencegah kita dari berbuat dosa. Firman Tuhan juga membuat kita mengerti batas yang tegas & jelas, mana dosa, mana yang suci, mana yang baik, yang berkenan kepada Allah & mana yang sempurna/ Rm12:2. Kalau seorang yang melakukan dosa dan berkata “Masa, gitu aja dosa” berarti belum bisa melihat jelas batasnya. Hati2, setan pintar menipu dengan memasukkan racun dosa dengan jarum suntik yang sehalus mungkin sehingga orang tidak merasa bahwa itu dosa, tahu-tahu sudah rusak di dalam, hatinya tidak lagi suci, tidak lagi bersih, ada noda. Kalau keras hati, orang itu akan berkata, “Tidak apa-apa, Tuhan tidak melihat,
Tuhan tidak menghukum, Tuhan murah hati, anugerah-Nya besar…” Hati-hati! Kita tidak tahu kapan hidup kita berakhir, harus selalu siap dipanggil Tuhan. Segera bereskan, dosa tidak bisa masuk Surga.

Berdoa dalam Roh & kebenaran /Yoh4:23-24, penting dalam memelihara hati. Mengerti Firman Tuhan limpah sangat
baik, tetapi untuk melakukannya, perlu kuasa Roh Kudus, yang kita dapatkan dengan banyak berdoa dalam Roh & kebenaran. Seringkali pada saat kita berdoa, kesalahan terapung keluar. Tuhan tunjukkan kesalahan apa yang kita perbuat. Kalau Roh Kudus menunjukkan, segera bertobat, dibereskan, masuk jalur Tuhan lagi, kembali dalam posisi
Tuhan.

Masalah yang Tuhan izinkan hadir dalam hidup kita, bisa menyadarkan kita. Dalam keadaan senang, semua dalam keadaan nyaman, kita tidak sadar sesuci apa kita. Tuhan tahu betul segi-segi mana yang kurang dalam hidup kita. Tuhan izinkan goncangan terjadi, bagaimana kita bereaksi. Mungkin diri kita dirugikan, mungkin isteri yang kita kasihi diganggu, mungkin anak kita di-bully orang. Orang yang suci hatinya akan mencari kehendak Tuhan lebih sungguh-sungguh, minta hikmat Tuhan, minta pimpinan Tuhan, apa yang harus kita perbuat, tidak dengan melampiaskan kemarahan/ kedagingan kita, dengan alasan, memang wajar kalau aku marah, membalas kejahatannya. Cara Tuhan tidak sama dengan cara dunia, bukan alasan yang wajar, tetapi apa kata Tuhan. Tuhan yang akan menyelesaikan dengan baik, kalau mau taat. Andalkan Tuhan yang sangat adil, pembalasan ada dalam tangan Tuhan/ Rm12:19-21. Raja Yosafat dalam keadaan sangat terhimpit, menghadapi masalah nasional. Tiga bangsa bergabung (Amon, Moab, Meunim) menyerang Yehuda. Yosafat sangat ketakutan & tidak tahu apa yang harus diperbuat. Yosafat mengambil tindakan yang sangat tepat, makin sungguh-sungguh mencari Tuhan, bahkan menghimbau seluruh rakyatnya untuk berpuasa dan Yehuda
mendapat kemenangan besar. Musuh besar berarti menang besar + jarahan besar juga/2Taw20.

Pelayanan yang betul, juga membentuk kita makin suci. Dalam pelayanan diharapkan ada kerja sama yang baik antar sesama pelayan Tuhan, bisa sehati, sepikir, setujuan, sama-sama mengasihi Tuhan. Tetapi tidak bisa dihindari, kadang-kadang terjadi benturan, sebab kita semua belum sempurna. Justru dengan benturan-benturan itu, kalau dihadapi dengan cara Tuhan akan saling memperhalus. Duri-duri yang masih menonjol, dipatahkan.

Faedah PTK sangat besar. Dimulai dari suami istri (unit terkecil dari PTK) yang saling mengasihi, sama-sama hidup suci, bisa saling mengingatkan, saling menasehati, saling membersihkan bagian yang kotor, ada harapan bisa naik terus menuju puncak kesucian. Bisa membawa anak-anak juga menuju puncak. Putra Manusia Yesus menjelang penyaliban-Nya meninggalkan suatu teladan yang sangat berharga & penuh arti kepada murid-murid. Dia ingin murid-murid-Nya sangat diberkati, beruntung, bahagia, bukan hanya di dunia ini tetapi juga sampai pada hidup kekal. PMY melakukan pembersihan bagian yang kotor dengan mencuci kaki, supaya murid-murid mendapat bagian bersama Dia di Surga/ Yoh13:8. Suatu tindakan simbolik, supaya kita sebagai murid Tuhan, saling melayani, saling membersihkan bagian yang kotor. Sekalipun kita tidak melakukannya secara jasmani, tidak salah, sebab kalau seorang mati dengan kaki kotor asal hatinya bersih, bisa masuk Surga. Ketika Petrus minta untuk dibersihkan kepala & tangannya juga, PMY menanggapi bahwa yang sudah mandi (baptisan air) sudah bersih, tidak perlu mandi lagi, hanya bagian yang kotor saja yang perlu
dibersihkan/ Yoh13 9-10. PMY memilih bagian yang paling kotor, kaki yang penuh debu. Dalam perjalanan hidup kita, bisa ada kotoran yang melekat yang perlu dibersihkan, yang mungkin sulit dibersihkan sendiri atau tidak kita sadari.
Tuhan mau kita saling membersihkan, saling mendoakan, saling peduli, saling melayani dengan kerendahan hati. Selama kita hidup ada peperangan antara daging & roh/ Gal5:16-17, 19-21. Yang diharapkan Tuhan tidak jatuh, tetapi ada saat-saat di mana roh kita lemah sebab kurang makanan rohani, tidak berjaga-jaga, tidak berjalan dalam Roh, reaksi kedagingan yang muncul. Katargeokan daging ini (masih hidup tetapi tidak bersuara), jangan justru dirangsang dengan tontonan-tontonan, bacaan-bacaan yang tidak kudus. Perkuat roh kita dengan terus mencari perkara-perkara dari atas, dengan kebutuhan pokok rohani. PMY melakukan hal itu sebab mengasihi murid-murid/ Yoh13:1, Dia melakukannya
dengan kasih yang di dalamnya ada kerendahan hati. Sekalipun Dia adalah Tuhan & Guru/Yoh13:13-17, tetapi mau membersihkan bagian yang paling kotor dari tubuh ini, yang sehari-harinya berurusan dengan debu tanah. Tuhan meninggalkan teladan ini bukan hanya untuk murid-murid saat itu, tetapi untuk kita juga, yang juga hamba-hamba Allah, Dia Tuan kita; kita juga murid-murid Tuhan, Dia Guru kita. Tuhan mau kita juga mau melakukannya dengan kasih agape,
dengan kerendahan hati saling membersihkan setiap noda yang ada, yang mungkin timbul dalam perjalanan hidup kita, yang sehari-harinya berurusan dengan dunia ini (di tempat kerja, sekolah dll). Yang melakukan hal ini akan berbahagia/ Yoh13:17. Berbahagia yang suci hatinya karena akan melihat Allah. Untuk saling mengasihi, dipertegas lagi dalam Yoh13:34-35. Dalam 2 ayat ini, kata-kata yang sama diulang sampai 3X. Kasih ilahi hanya ada dalam orang yang sudah bersih hatinya (pembersihan besar2an oleh darah Yesus & baptisan air), juga pembersihan kecil-kecilan (cuci bagian yang kotor), tidak ada lagi kepura-puraan, kemunafikan, tetapi kasih yang tulus, kasih yang tanpa pamrih, kasih yang dari Tuhan.

Kasih & kesucian terkait erat, tidak bisa dipisahkan. Tuhan mau, keduanya makin bertambah-tambah di dalam kita, makin suci/ bersih & makin mengasihi. Selain rajin menyelidik diri seperti yang Daud lakukan/ Maz139:23-24, lakukan
juga untuk saling membersihkan di antara umat Tuhan, khususnya di antara suami istri, juga dalam keluarga.

 

Akan melihat Allah

Bukan berarti kita bisa melihat wujud Allah dengan mata jasmani kita, tetapi dengan mata rohani yang celik, bisa melihat karya-Nya dalam hidup kita. Nyata sekali keterlibatan Allah dalam hidup kita, pertolongan-Nya saat kita dalam kesesakan, perlindungan-Nya ketika kita dalam bahaya, berkat-berkat-Nya yang tidak pernah habis, penghiburan-Nya saat kita berduka, memberi kekuatan saat kita lemah, tuntunan-Nya waktu menghadapi jalan buntu dll. Kejutan-kejutan Surgawi dilimpahkan kepada orang yang suci hatinya, nyata sekali Tuhan ada, berinteraksi kuat dalam kehidupan kita
yang penuh dengan rutinitas. Tuhan betul-betul sesuatu yang riel. Semakin Allah menyatakan diri-Nya dalam hidup kita, semakin rindu kita untuk menyucikan hati ini dan kita akan semakin bahagia, semakin diberkati limpah, semakin beruntung. Kita dikejar berkat bukan mengejar berkat mati2an sampai lupa ibadah, bahkan meninggalkan Tuhan, lupa menyucikan diri.

 

Download PDF


Comments are closed.

Comments are closed.