Berkat Bagi yang Mau Merendah

Sunday Service | Mt. Zion Church | 12 Apr 2015 | BERKAT BAGI YANG MAU MERENDAH | Ezra 8:21-23

 

Berulang kali Firman Tuhan mencatat bahwa orang yang rendah hati dikasihi oleh Tuhan, dicari oleh Tuhan, bahkan juga akan ditinggikan oleh Tuhan 1Ptr5:5-6, Mat23:12, Luk14:11. Tuhan Yesus adalah teladan sempurna dalam hal merendahkan diri Flp2:6-9. DIA mengosongkan diri-Nya, merendahkan diri-Nya, dan taat sampai mati di atas kayu salib. Kita pun juga harus menaruh pikiran dan perasaan yang sama Flp2:5, yaitu mau merendahkan diri kita di hadapan Tuhan. Salah satu hal yang dapat kita lakukan untuk merendahkan diri adalah dengan berdoa dan berpuasa seperti yang dilakukan oleh Ezra.

 

MERENDAHKAN DIRI BERARTI SADAR POSISI

 

Ezra adalah seorang ahli kitab Taurat profesional yang hidup dalam masa pembuangan di Babel. Ezra juga seorang yang terhormat dan mendapatkan kepercayaan penuh dari raja Persia. Alkitab mencatat bahwa raja memberi dia segala yang diingininya Ezr7:6. Suatu ketika Ezra mendapatkan perintah dari raja Persia untuk pulang kembali ke Israel, mengatur kebaktian di dalam rumah Allah Ezr7:11-26. Di tengah perjalanan, Ezra mengumumkan supaya semua rombongan berpuasa, yaitu untuk MERENDAHKAN DIRI di hadapan Allah memohon keamanan dari Tuhan untuk perjalanan mereka, untuk masa depan mereka, dan untuk hal-hal yang akan mereka hadapi Ezr8:21.

 

Sebagai umat Tuhan kita harus belajar untuk merendahkan diri. Kita harus mengakui dan  menyadari bahwa kita tidak sanggup untuk melakukan segala sesuatu dengan kekuatan kita sendiri. Kita harus menyadari bahwa ada begitu banyak keterbatasan dan kemustahilan yang kita hadapi. Namun kita juga harus ingat dan mengakui bahwa ada Tuhan yang sanggup untuk menyelesaikan masalah kita, yang sanggup untuk memberikan pertolongan, yang sanggup untuk mengatasi dan menerobos segala kemustahilan yang ada di depan kita. Merendahkan diri berarti SADAR POSISI! Menyadari posisi kita yang terbatas dan posisi Tuhan yang tidak terbatas. Orang yang tidak mau merendahkan diri sangat dibenci oleh Tuhan. Allah menentang orang yang congkak 1Ptr5:5.

 

Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: “Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.” 1Petrus 5:5

 

Dalam segala hal yang kita kerjakan ataupun kita rencanakan, selalu sadarilah bahwa ada andil Tuhan yang begitu besar di dalam semuanya dan kita mutlak memerlukan pimpinan Tuhan. Orang yang tidak mau merendahkan diri akan menjadi seorang pencuri, yaitu mencuri kemuliaan Allah Yes48:11B dengan mengatakan bahwa semuanya itu dari dirinya sendiri dan merupakan hasil kemampuannya semata. Firman Tuhan mencatat bahwa keangkuhan hati akan memperdaya manusia sehingga apabila terus dibiarkan maka kelak orang itu akan merasa dirinya seperti Tuhan dan tidak ada lagi yang sanggup menurunkannya Ob1:3, inilah prinsip dosa Lucifer Yes14:13-14.

 

Ezra benar-benar menyadari bahwa dia dan rombongannya mutlak memerlukan proteksi dan pimpinan Tuhan. Sebenarnya Ezra bisa saja meminta tentara dan orang-orang berkuda kepada raja untuk melindungi mereka, namun Ezra merasa MALU untuk melakukan hal itu. Bukan malu karena sungkan ataupun segan, melainkan malu kepada Tuhan karena Ezra tahu bahwa perlindungan tentara dan orang berkuda itu terbatas adanya. Ezra yakin sepenuhnya bahwa tangan Allah sanggup memberikan perlindungan yang lebih sempurna Ezr8:22. Ezra menyadari dan mengakui bahwa dia memerlukan perlindungan Tuhan. Orang yang menyadari bahwa segalanya dari Tuhan juga akan mengembalikan segala kemuliaan kepada Tuhan Rm11:36. Sadarilah posisi kita, sadarilah kemampuan kita, sadarilah kekuatan kita, dan rendahkanlah diri kita di bawah tangan Tuhan yang kuat.

 

MERENDAHKAN DIRI ADALAH WUJUD NYATA IMAN

 

Ketika Tuhan Yesus berada di daerah Tirus dan Sidon, ada seorang perempuan Kanaan yang mendatangi-Nya dan memohon dengan sangat kesembuhan untuk anaknya yang sangat menderita Mat15:22. Dalam kasus itu, tampak dengan jelas bagaimana ibu itu merendahkan dirinya, dia datang mendekat, menyembah Tuhan, bahkan dia tidak malu menganggap dirinya bagaikan anjing yang memakan remah-remah dari meja tuannya karena dia sebenarnya tidak layak untuk menerima berkat tersebut Mat15:22-27. Tuhan Yesus tidak hanya melihat kasus tersebut sebagai teladan merendahkan diri, tetapi Tuhan Yesus justru melihat IMAN yang BESAR di balik kerendahan hati ibu tersebut Mat15:28.

 

Kata perempuan itu: “Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya.” Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: “Hai ibu, BESAR IMANMU, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki.” Dan seketika itu juga anaknya sembuh. Matius 15:27-28

 

Merendahkan diri adalah wujud nyata iman. Seberapa rendah kita memposisikan diri kita akan merefleksikan seberapa tinggi kita memposisikan Tuhan dan hal itu HARUS dilakukan dengan IMAN, bukan hanya dengan perkataan mulut. Di dalam kerendahan hati kita Tuhan akan melihat seberapa besar IMAN yang kita miliki. Karena IMAN kita merendahkan diri, karena IMAN kita percaya bahwa Dia Maha Kuasa, karena IMAN kita menjunjung dan mengagungkan Tuhan setinggi-tingginya, dan karena IMAN kita akan diberkati dan ditinggikan Tuhan! Semakin kita merendahkan diri di bawah tangan Tuhan (dengan iman, dengan penuh pengertian, dan dengan penuh kesungguhan), maka semakin besar dan semakin limpah Tuhan akan mencurahkan berkat-Nya dan meninggikan kita.

 

MENCOCOKKAN BUKAN MEMAKSAKAN

 

Doa puasa bukanlah sarana ataupun usaha untuk memaksa Tuhan. Merendahkan hati bukanlah memaksakan kehendak. Justru ketika kita mengambil waktu untuk berdoa dan berpuasa maka kita sedang ingin mencocokkan kehendak dan rencana kita dengan hati Tuhan. Saat berdoa dan berpuasa kita merendahkan hati kita, tidak lagi memenuhi hidup ini dengan suara dan pikiran kita sendiri, menyediakan waktu lebih banyak untuk mendengar suara-Nya melalui doa dan pembacaan Firman Tuhan, dan saat itulah kita akan dimampukan untuk menjadi semakin peka dengan pimpinan Tuhan.

 

Dalam zaman gereja mula-mula umat Tuhan berdoa dan berpuasa untuk meminta pimpinan Tuhan, memohon peneguhan dari Tuhan, juga ketika mereka hendak menetapkan penatua-penatua jemaat Kis13:2-3, 14:23.

 

Di tiap-tiap jemaat rasul-rasul itu menetapkan penatua-penatua bagi jemaat itu dan setelah berdoa dan berpuasa, mereka menyerahkan penatua-penatua itu kepada Tuhan, yang adalah sumber kepercayaan mereka. Kisah Rasul 14:23

 

Inilah prinsip penting dalam merendahkan diri! Tuhan Yesus juga pernah memohon sesuatu kepada Bapa-Nya di surga namun Tuhan Yesus tidak pernah memaksakan kehendak-Nya Mat26:39. Merendahkan diri berarti menyadari bahwa hidup yang kita hidupi saat ini bukan lagi kita sendiri yang berkuasa melainkan Kristus yang hidup dan memerintah di dalam kita Gal2:20.

 

namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.  Galatia 2:20

 

Saat merendahkan diri dengan berdoa dan berpuasa maka Roh Kudus akan semakin nyata berbicara, mengingatkan, mencurahkan damai sejahtera-Nya, sehingga kita akan dimampukan untuk semakin mengetahui kehendak-Nya. Berpuasa tanpa berdoa dan bersekutu dalam Firman Tuhan tidak akan mendatangkan kuasa, tidak akan membawa berkat, dan tidak akan menghasilkan jalan keluar! Sebab itu komitmen untuk berdoa dan berpuasa haruslah disertai dengan menambah waktu untuk berdoa, memuji Tuhan, dan bersekutu di dalam pembacaan Firman Tuhan.

 

KESIMPULAN: MERENDAHKAN DIRI BERARTI MELEKAT

 

Orang yang berpuasa belum tentu merendahkan dirinya. Namun orang yang benar-benar mau merendahkan diri akan mulai mengambil langkah untuk berpuasa seperti yang dikatakan oleh Firman Tuhan. Berulang kali Firman Tuhan selalu mencatat bahwa orang yang merendahkan diri akan berpuasa Im16:29, 31, 23:27, 29, 32, Bil29:7, 30:13, Yes58:3, 5.

 

Berdoa puasa dan merendahkan diri adalah suatu kesatuan yang tidak boleh dipisahkan karena hakikat doa puasa adalah merendahkan diri di bawah tangan Tuhan yang kuat, menyadari posisi kita, dan melakukan itu semua dengan IMAN, untuk mencocokkan kehendak kita dan bukannya memaksakan.

 

Musa benar-benar menyadari bahwa dia mutlak memerlukan penyertaan Tuhan dalam perjalanan mereka di padang gurun Kel33:15-16. Musa tidak mau terpisah dari Tuhan, Musa benar-benar melekatkan dirinya pada Tuhan. Musa menyadari posisinya, kemampuannya, keterbatasannya. Sekalipun mantan prajurit hebat dan orang berpengaruh, namun DENGAN IMAN Musa merendahkan dirinya dan dia tidak mau bergerak menurut kehendaknya sendiri. Rendahkanlah diri kita maka Tuhan akan memberkati dan meninggikan kita. AMIN.


Comments are closed.

Comments are closed.